Dalam forum RUPS, sejumlah investor meminta bank meningkatkan pembagian dividen agar lebih kompetitif dengan bank besar lainnya. Mereka menilai kinerja keuangan OCBC sudah cukup kuat untuk memberikan return lebih tinggi.
OCBC Disorot Soal Rasio Dividen, Chairman Jelaskan Strategi dan Kondisi Global
investify.id OCBC mendapat sorotan dari para pemegang saham dalam rapat umum tahunan setelah rasio pembagian dividen dinilai kurang agresif. Sejumlah investor mempertanyakan mengapa imbal hasil dividen belum setinggi harapan, terutama saat kinerja saham bank cukup solid.
Menanggapi kritik tersebut, Chairman Andrew Lee menegaskan bahwa nilai dividen tidak bisa dilihat hanya dari nominal tahunan. Menurutnya, total keuntungan pemegang saham dalam lima tahun terakhir meningkat signifikan, bahkan mencapai 2,5 kali lipat dari nilai investasi awal. Ia juga menyebut dalam periode 20 tahun, nilainya naik sekitar 7,5 kali.
Fokus Jaga Modal dan Hadapi Risiko Global
Manajemen OCBC menjelaskan bahwa kebijakan dividen saat ini tetap mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi global. Beberapa faktor yang disebut antara lain konflik geopolitik, inflasi, perang dagang, serta potensi gangguan energi dunia. Karena itu, bank memilih menjaga permodalan agar tetap kuat menghadapi tekanan eksternal.
Chairman juga memastikan eksposur OCBC ke kawasan Timur Tengah masih rendah, hanya sekitar 2% hingga 3% dari total pinjaman. Bank disebut rutin melakukan stress test untuk mengukur dampak berbagai skenario ekonomi.
Dividen 2025 Tetap Besar
Untuk tahun buku 2025, dewan OCBC merekomendasikan dividen final sebesar 42 sen per saham ditambah dividen spesial 16 sen per saham. Total pembagian dividen mencapai 99 sen per saham. Selain itu, perusahaan masih menargetkan penyelesaian sisa program pengembalian modal pada tahun fiskal 2026.
Kesimpulan
Meski mendapat kritik dari investor, OCBC menegaskan kebijakan dividen saat ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Perusahaan memilih menjaga kekuatan neraca sambil tetap memberi imbal hasil kompetitif kepada pemegang saham. Pendekatan ini dinilai penting di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.
